Mayoritas Korupsi Berkorelasi dengan Dinasti Politik

Jakarta – Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Kholil Pasaribu mengungkapkan, dari berbagai kasus korupsi politik di Indonesia, mayoritas memiliki korelasi dengan dinasti politik, seperti terjadi di Cimahi, Bangkalan (Madura), hingga Banten. “Sudah ada empat kasus kepala daerah tertangkap, yang berkaitan politik dinasti. Politik dinasti selalu dibangun dengan model dua periode kekuasaan, kemudian disiapkan generas penerus. Birokrasi sudah dikuasi setelah dua kali menang, kemudian menguasai birokrasi dan ceruk ekonomi,” kata dia dalam diskusi “Lawan Korupsi Tolak Dinasti Politik” yang diselenggarakan di kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (20/12). Dia mengatakan, jika politik dinasti tidak dilawan sejak dini, dalam jangka panjang akan sulit dijatuhkan karena sudah menguasasi ekonomi birokrasi. “Perangkat politik dan korporasinya masih kuat meski bisa saja dinastinya hilang,” kata dia. Politik dinasti cenderung mengamankan sumber daya ekonomi, dan korporasi milik kerabat, sedangkan perusahaan lain tidak akan bisa masuk. “Tidak ada kontestasi yang fair,” tegasnya. Kholil mengatakan politik dinasti berpotensi curang dalam setiap pemilihan seperti dalam kasus Pilbup Lebak, Banten. “Politik dinasti berusaha merebut kursi dan merebut sumber daya. Politik dinasti memang cenderung korupsi,” tandasnya. Koordinator Forum Banten Bersih (FBB) sekaligus Kepala Sekolah Anti Korupsi, Beno Novit Neang, meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai kebangkitan dan bahaya politik dinasti karena hanya menyuburkan korupsi. Untuk itu, jangan ada lagi kesempatan para pelaku korupsi yang tergabung dalam politik dinasti diberi kesempatan memimpin. Agar politik dinasti bisa dihilangkan, ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan hak pilih dan tidak memilih para calon dari bagian yang terindikasi korupsi. “Gunakan instrumen untuk memberi sanksi para politisi dinasti untuk tidak dipilih,” katanya. Whisnu Bagus Prasetyo/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu