PSSI Kirim Timnas U-23 untuk Laga Terakhir

, Jakarta – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan tim nasional usia di bawah 23 tahun untuk menghadapi Bahrain pada penyisihan Grup Zona Asia pada ajang kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014. Partai terakhir ini sudah tidak lagi menentukan karena Indonesia tak mengoleksi satu poin pun dari lima partai sebelumnya. “Kami memutuskan tim nasional U-23 yang maju karena kami ingin persiapan SEA Games 2013 mulai dari sekarang,” kata Koordinator Tim Nasional, Bob Hippy, yang juga menjabat sebagai Anggota Komite Eksekutif PSSI, saat dihubungi Tempo, Rabu 11 Januari 2011. Keputusan itu diambil dalam rapat Komite Eksekutif PSSI di Hotel Crown Jakarta, kemarin. Pertandingan menghadapi Bahrain pada 29 Februari sekaligus jadi uji mental para pemain yang disiapkan di SEA Games nanti. Hal tersebut dilakukan terkait dengan persoalan para tim nasional senior yang sebelumnya bermain di Pra-kualifikasi Piala Dunia, yang sebagian bermain di kompetisi di luar PSSI yakni Liga Super Indonesia. Akibatnya mereka tidak bisa bermain di level internasional. Bob bersama dengan pelatih U-23 Aji Santoso dan asistennya, Widodo Cahyono Putra, serta mantan pelatih senior Wim Rijsbergen akan berkoordinasi untuk menyiapkan skuad yang akan dibawa ke Bahrain nanti. Mereka berencana menggelar rapat siang ini. “Kami harus mencari tambahan pemain tim nasional U-23,” kata Bob. “Karena ada sejumlah pemain U-23 tidak bisa dimainkan karena bermain di LSI.” Bob mengaku tidak kesulitan mencari pemain dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang sedang bergulir. Bob mengaku belum bisa memastikan jadwal pemain tim nasional U-23 kapan mulai berkumpul. “Nanti setelah rapat dengan tim pelatih baru tahu,” katanya. Tim Merah Putih senior sempat memberikan secercah harapan saat memastikan lolos ke putaran ketiga Pra-Kualifikasi Piala Dunia 2014 usai menaklukkan Turmenistan dengan agregat gol 5-4. Namun harapan itu terbang setelah kalah lima kali berturut-turut baik di kandang maupun tandang saat menjamu Iran, Qatar, dan Bahrain. RINA WIDIASTUTI

Sumber: Tempo.co