Kian Matangnya Permata Dari Bergamo

Meskipun sempat tertinggal dua gol dan mencetak satu gol balasan, eksekusi penalti Diego Perotti pada akhirnya memupus harapan La Beneamata untuk melakukan comeback. Anak asuh Stefano Pioli pun kemudian harus puas takluk dari tim asal ibukota meskipun bermain di hadapan pendukung sendiri.
Secara kualitas pemain dan keharmonisan tim, Inter jelas cukup tertinggal dari Roma. Selain karena Roma yang tidak perlu melewati proses transisi seperti yang dilewati Inter ketika Pioli datang menggantikan Frank de Boer, keharmonisan tim Roma pun cenderung terjaga karena Luciano Spalletti berhasil mengintegrasi pemain lama dan barunya dengan sempurna. Meskipun begitu, tetap ada beberapa individu yang tampil cukup baik untuk Inter pada pertandingan dini hari tadi.
Salah satunya adalah Roberto Gagliardini. Memang, Gagliardini cenderung bisa disalahkan pada proses terjadinya dua dari tiga gol yang dicetak oleh Roma. Namun, permainan gelandang asal Italia ini bisa dibilang satu yang cukup gemilang di tim yang diturunkan oleh Pioli. Gagliardini memberikan keseimbangan pada permainan La Beneamata untuk mengimbangi apa yang ditunjukkan Giallorossi. Bahkan, tanpa adanya intervensi kemampuan individu pemain, mungkin Roma tidak akan memenangkan pertandingan dini hari tadi.

Gagliardini merupakan salah satu lulusan akademi Atalanta yang kini semakin tersohor. Sempat diincar oleh Juventus–bersama dengan rekannya Mattia Caldara–Inter kemudian bergerak lebih cepat dan mengamankan jasa sang gelandang. Meskipun menyatakan bahwa ia bahagia berada di Bergamo dan belum berniat untuk meninggalkan Atalanta, kesempatan bermain di klub seperti Inter tentu bukanlah kesempatan yang datang dua kali.
Semenjak kedatangannya dari Atalanta, Gagliardini memang menjadi figur penting bagi lini tengah La Beneamata. Dengan biaya total mencapai 28 juta euro–dan dibagi ke dalam klausul-klausul khusus–tentu Inter membeli potensi dari pemain tersebut, bukan kemampuannya saat ini. Meskipun tergolong cukup mahal untuk pemain yang baru memainkan debutnya pada Mei 2016 silam. Namun, tentu apa yang dibayarkan Inter tersebut sepadan mengingat hanya membutuhkan sembilan penampilan untuk Atalanta bagi Gagliardini untuk mendapatkan debutnya di timnas senior Italia.
Gagliardini mungkin bukanlah pemain yang cepat. Pun ia bukan playmaker elegan seperti Andrea Pirlo–atau Marco Verratti saat ini. Namun, apa yang ditawarkan Gagliardini adalah sesuatu yang berbeda. Ia tidak mengatur bagaimana timnya akan menyerang. Ia lebih menahan bola dan membiarkan rekan setimnya bergerak mencari posisi yang kosong. Kehadiran Gagliardini pun membuat pemain seperti Joao Mario kini kian bersinar bagi La Beneamata. Segala kekurangannya seperti kecepatan pun seakan tidak lagi terlihat ketika ia sudah mulai mendikte tempo di lapangan.
Masa depan lini tengah Inter untuk saat ini setidaknya aman dengan kehadiran Gagliardini. Dengan Geoffrey Kondogbia dan Marcelo Brozovic yang masih harus bekerja keras untuk meyakinkan Pioli, Gagliardini tentu hanya tinggal menunggu siapa yang akan menjadi rekan duetnya di lini tengah. Siapapun yang kelak akan diduetkan dengan Gagliardini di lini tengah, ia akan diuntungkan dan mampu menunjukkan penampilan terbaiknya karena gelandang asal Italia tersebut selalu mampu menyeimbangkan permainannya dengan rekan duetnya di lini tengah.

elwakeel-ad.com pengeluaran togel singapura Sumber: Supersoccer.co ID