Manchester City Dibantai Barca, Pep Guardiola: Ini Bukan Kekalahan Terburuk!

Pasukan Pep Guardiola diyakini kalah kelas dari klub Catalan, yang ironisnya dibentuk oleh Pep sendiri. Namun, sang pelatih berkilah. Menurutnya sejatinya pertandingan berjalan sama kuat sampai terjadi kartu merah Claudio Bravo. Selain itu, Pep mengklaim ini bukan kekalahan terburuk yang pernah dialaminya.
Hattrick Lionel Messi dan satu gol Neymar membuat kepulangan kedua Pep Guardiola ke Camp Nou bermandikan darah. Padahal, Manchester City mendatangkan Pep agar bisa sejajar dengan deretan klub elite Eropa. Namun Pep dinilai terlalu naif. Ia memaksa anak asuhnya bermain menyerang ketika melawan tim sekaliber Barca. Pendekatannya berbeda dibandingkan Manuel Pellegrini, juru taktik Manchester City dahulu, yang rela parkir bus sehingga timnya cuma kalah 1-0.
Bagi Pep, permainan Barcelona memang sulit diimbangi timnya. Tetapi menurut pelatih berkepala plontos itu, sejatinya City sudah unjuk kekuatan. Hingga, malapetaka tiba ketika Claudio Bravo membendung tembakan Luis Suarez dengan kedua tangannya di luar kotak penalti.

Pada level tersebut, berat (untuk mengimbangi Barca). Tapi hingga 10 pemain (City) melawan 11 pemain (Barca), pertandingan tampak terbuka, dan kami bersaing dengan tim yang sangat baik; dengan personalitas besar. Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Tapi setelah kartu merah, game over.
Gol pertama Barcelona bermula dari kesalahan pemain Manchester City dalam mengamankan bola, disusul tragedi terpelesetnya Fernandinho di kotak terlarang. Ditambah blunder Bravo yang menghasilkan kartu merah, juga hukuman penalti karena pelanggaran John Stones, lengkap sudah kesalahan individual City yang dimanfaatkan oleh Barcelona.
Bagi Pep, masalah inilah yang harus diperbaiki City. Katanya, Seakan setiap pertandingan (dalam empat laga beruntun City tanpa kemenangan) selalu ada kejadian itu. Bunuh diri, penalti gagal, dan hal-halin. Kami harus mengubah dinamis tim. Kami ada di pertandingan tersebut.
Kami menekan, kami punya penguasaan bola, dan menciptakan peluang. Tapi, kami tidak bisa mencetak gol. Padahal, untuk memenangi pertandingan, Anda harus melakukannya (mencetak gol).
Pep tidak menganggap kekalahan dari Barcelona ini adalah kekalahan terburuk. Pasalnya, timnya bisa mengimbangi tim lawan. Bagi Guardiola, kekalahan terburuk yang pernah dirasakannya adalah, ketika Bayern Munchen dilumat Real Madrid 0-4 di Allianz Arena.
Kekalahan terburuk dalam karier saya adalah ketika Bayern Munchen dikalahkan Real Madrid (di semifinal Liga Champions 2013/2014). Ketika itu situasinya buruk dan saya melakukan kesalahan dalam susunan pemain, kata Pep dikutip dari CNN Indonesia.

elwakeel-ad.com klik365 Sumber: Sidomi