Pemain Buruan Lepas, Manajemen PSS Enggan Galau

Sejumlah pemain buruan memilih berlabuh di klub lain tak membuat manajemen PSS Sleman galau. Manajemen tetap optimistis mampu mendatangkan pemain-pemain andal dan berkualitas untuk memperkuat tim yang dipersiapkan tampil pada kompetisi Liga 2 tersebut.
Kami akan berburu pemain lagi agar PSS makin kuat dan siap menghadapi Liga 2. Tidak apa-apa soal yang begini biasa dalam sepak bola. Selanjutnya kami akan lebih maksimal membangun PSS, tutur Manajer PSS Arif Juli Wibowo, Rabu (8/3)
Manajemen memang tak perlu khawatir dengan kepergian pemain buruan mereka. Nama besar PSS dengan segala sumber daya tim dinilai masih sangat ampuh menarik banyak pemain ke markas mereka di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman.
Dalam beberapa kali latihan terlihat beberapa pemain anyar yang mau mengikuti seleksi bersama agen. Banyak dari mereka yang harus pulang lantaran tidak memenuhi kriteria tim pelatih dan manajemen. Pelan-pelan saja masih banyak waktu, apalagi kompetisi juga mundur, imbuh pria yang juga seorang dokter tersebut.
Tim berjuluk Super Elang Jawa itu memang baru saja harus merelakan dua pemain incarannya ke klub lain. Gelandang Bakori Andreas dan striker Joko Prayitno yang sempat berlatih dengan PSS justru memilih bergabung dengan tim sesama Liga 2 lainnya, Persis Solo.
Padahal usai bersepakat secara lisan, keduanya yang musim lalu berkostum Perssu Madura langsug dinego manajemen namun tidak mencapai kata sepakat dengan nilai kontrak yang ditawarkan. Tak dipungkiri hal tersebut sedikit membuat kecewa pelatih PSS Freddy Muli lantaran sudah merekomendasikan dua pemain itu meski baru satu minggu latihan.
Sudah saya beri lampu hijau padahal. Terpaksa kami cari pemain baru untuk tim ini dengan kriteria sama yaitu kualitasnya tidak berbeda jauh dengan pemain yang sudah ada, keluh Freddy.
Tak ingin berlarut, selama latihan pekan ini Freddy mau tak mau kembali mengamati pos mana saja yang masih lemah dan membutuhkan pemain baru. Namun juru taktik asal Palopo itu tidak akan memaksakan diri andai tidak mendapat pemain yang diinginkan lantaran skuad-nya sudah mulai terbentuk dengan karakter pemain di tiap posisi. Pelatih Berlisensi A tersebut menyadari bahwa regulasi PSSI soal pengontrakkan pemain di bahwa 25 tahun membatasi pilihan mereka.
(Gading Persada / CN26)
Comments comments

elwakeel-ad.com klik365 Sumber: SuaraMerdeka